Untuk
melawan COVID-19, belum ditemukan obat yang efektif untuk membunuh virus
ini. Sistem kekebalan tubuh jadi
satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menghilangkan virus corona dari dalam
tubuh. Dan untuk memiliki respons kekebalan yang lebih kuat, Anda disarankan
mengonsumsi makanan untuk pasien Covid yang kaya akan protein nabati, vitamin,
mineral, serat, dan antioksidan.
Dokter akan
merekomendasikan pasien COVID-19 untuk beralih ke pola makan nabati, apalagi
bagi pasien yang berada dalam kelompok risiko tinggi, seperti kegemukan,
diabetes, dan berusia di atas 60 tahun.Pasien COVID-19 disarankan untuk
mengurangi makanan penyebab peradangan seperti: produk susu, makanan
olahan, dan daging agar kekebalan tubuh menguat.Selain mengonsumsi makanan
untuk pasien Covid yang mengandung protein nabati, penting juga memenuhi kebutuhan
vitamin dengan makan buah dan sayuran. Vitamin C berperan untuk mengurangi
inflamasi paru-paru yang merupakan salah satu gejala COVID-19. Vitamin D dapat
melindungi tubuh dari infeksi saluran pernapasan. Sedangkan zinc dapat membantu
mempersingkat gejala hidung tersumbat, keluarnya cairan dari hidung, sakit
tenggorokan, dan batuk sehingga menjadi lebih cepat sembuh.
Makanan
untuk pasien COVID-19
Pilihan makanan
untuk pasien COVID-19 sebaiknya yang bisa menjaga sistem kekebalan tubuh.
Sistem imun dibangun ketika tubuh harus melawan segala sesuatu, mulai penyakit
pilek, flu, hingga infeksi. Zat pembangun sistem imun dibantu oleh zat
gizi mikro dalam makanan. Misalnya, antioksidan, vitamin, dan mineral. Semua
zat itu bisa Anda peroleh dari buah, sayuran, kacang-kacangan, dan
biji-bijian.Berikut ini adalah 7 makanan untuk pasien COVID-19 yang baik untuk
menjaga sistem kekebalan tubuh:
1.
Jeruk
Tubuh tidak dapat
menghasilkan vitamin C, berarti Anda harus mendapatkannya dari makanan. Dikenal
sebagai asam askorbat, vitamin C adalah nutrisi yang larut dalam air yang
ditemukan dalam berbagai jenis jeruk. Jeruk bali, lemon, jeruk nipis, dan
sebagainya dapat bertindak sebagai antioksidan dan melindungi sel dari
kerusakan akibat radikal bebas.Jumlah yang harus Anda konsumsi adalah 65-90
miligram sehari, atau setara dengan satu gelas kecil jus jeruk. Hampir semua
jenis jeruk mengandung vitamin C yang tinggi, jadi Anda bisa memilih jenis
jeruk kesukaan Anda.
2.
Brokoli
Brokoli merupakan superfood yang
mengandung vitamin A, C, serta E. Sayuran ini juga mengandung fitokimia yang
baik untuk menjaga sistem imun. Ditambah lagi brokoli adalah sumber lutein,
sulforaphane, dan antioksidan tinggi. Beberapa nutrisi tambahan lain dalam
brokoli yaitu magnesium, fosfor, zinc, dan zat besi.Cara memasak brokoli yang
paling baik adalah merebusnya setengah matang agar nutrisi di dalamnya tidak
hilang.
3. Bawang putih
Makanan untuk
pasien COVID-19 selanjutnya yaitu bawang putih. Sifat antivirus yang dikandung
bawang putih dapat membantu mengurangi gejala pilek, flu, atau infeksi
COVID-19.Dalam sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih
selama musim dingin lebih sedikit terkena flu dibanding mereka yang mengonsumsi
pil plasebo. Bawang putih juga dapat memperpendek durasi pilek. Anda bisa
mengonsumsi bawang putih segar maupun dalam bentuk suplemen.
4.
Jahe
Jahe adalah
makanan untuk pasien COVID-19 agar dapat melawan virus di dalam tubuh. Jahe juga dapat mengurangi peradangan,
dan pembengkakan kelenjar atau sakit tenggorokan dan peradangan
lainnya.Gingerol, senyawa bioaktif utama dalam jahe juga dapat mengurangi rasa
sakit dan melawan mual, anti-inflamasi dan antioksidan tinggi. Bagi pasien
COVID-19 disarankan untuk mengonsumsi 3-4 gram ekstrak jahe sehari, tapi jangan
lebih dari 1 gram sehari jika Anda sedang hamil.
5.
Bayam, kangkung, dan segala jenis dedaunan berwarna hijau gelap
Selain vitamin C
yang tinggi, bayam juga mengandung antioksidan dan beta-karoten. Kedua zat ini
juga diperlukan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.Usahakan untuk makan 1
cangkir bayam segar atau sayuran berdaun gelap lainnya. Jangan terlalu lama
memasak bayam, karena semakin layu, antioksidannya akan semakin
berkurang.
6.
Almond
Vitamin E dalam
kacang almond membantu meringankan pilek, flu, dan baik untuk meningkatkan
sistem kekebalan. Vitamin E adalah molekul yang larut dalam lemak, artinya
tubuh membutuhkan kehadiran lemak untuk diserap.Almond merupakan makanan untuk
pasien COVID-19 yang sebaiknya dikonsumsi setengah cangkir atau 46 biji almond
utuh per hari.Meskipun baik untuk tubuh, dalam seperempat cangkir almond
mengandung 162 kalori. Artinya dua kali lipat dari jumlah yang
direkomendasikan. Agar kalori tidak berlebihan, Anda cukup menambahkan almond
ke dalam smoothie atau makanan Anda.
7.
Pepaya
Pepaya ternyata mengandung dua kali
jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan dalam satu buah. Buah yang tumbuh
di iklim tropis ini juga mengandung enzim yang disebut papain. Fungsinya ialah
sebagai anti-inflamasi dan peradangan, yang merupakan salah satu faktor dalam
kebanyakan penyakit.Pepaya merupakan makanan untuk pasien COVID-19 karena
mengandung kalium, vitamin B, dan folat. Folat atau vitamin B9 merupakan
vitamin yang baik untuk menjaga sel tubuh agar sehat dan kuat.
Perlu
diingat, makanan dan suplemen ini tidak bersifat menyembuhkan dan hanya
membantu tubuh dapat berperang melawan virusnya. Tak hanya makanan yang
disebutkan di atas saja, Anda juga bisa mengonsumsi makanan sehat lainnya
dengan gizi seimbang. Selain itu, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu
tentang dosis suplemen dan makanan yang Anda konsumsi kepada dokter Anda.
Sumber
: https://www.sehatq.com/artikel/asupan-makanan-untuk-pasien-covid-19-agar-imun-tubuh-kuat

Komentar
Posting Komentar